Senin, 05 November 2012

Identitas Nasional


IDENTITAS NASIONAL BANGSA INDONESIA

Dalam tulisan ini saya akan mengulas dan memberikan opini saya mengenai Identitas Nasional. Secara khusus saya ingin mengulas Identitas Nasional bangsa Idonesia. Sebelum mengulas lebih dalam mengenai hal ini, apa pengertian Identitas Nasional itu? Secara etimologis, identitas nasional berasal dari kata “identitas” dan “nasional”, identitas berarti ciri-ciri, tanda-tanda atau jati diri yang dimiliki seseorang. Sedangkan nasional merujuk pada konsep kebangsaan dan menunjuk pada kelompok-kelompok persekutuan yang lebih besar dari sekedar pengelompokan berdasarkan ras, agama, budaya, bahasa, dll. Oleh karena itu, identitas bangsa dalam pemgertian politik. Ada beberapa hal yang menjadi faktor pembentuk identitas sebuah bangsa seperti; primordial, sakral, tokoh, bhineka tunggal ika, sejarah, perkembangan ekonomi dan kelembagaan. Demikian pula dengan bangsa Indonesia, faktor-faktor tersebut juga dimiliki oleh bangsa Indonesia. Dalam tulisan ini saya akan lebih menyoroti faktor pembentuk identitas bersama secara khusus pada poin bhineka tunggal ika dan perkembangan ekonomi.
Bhineka tunggal ika pada dasarnya adalah kesediaan warga untuk bersatu dalam perbedaan. Seperti bangsa Indonesia yang terdiri dari banyak ras, suku, adat istiadat dan juga agama yang berbeda. Para pendiri bangsa kita dahulu mengangkat Bhineka tunggal ika ini untuk mempersatukan warga Indonesia yang berada dari Sabang sampai Merauke, agar memiliki rasa persaudaraan dan kesatuan. Namun saat ini sangat jauh berbeda dengan masa dulu, Bhineka tunggal ika sudah mulai luntur dan sudah mulai dilupakan. Dulu masih banyak bangsa Indonesia belum mengenal akan pendidikan, masih jarang tempat ibadah dan juga kesadaran politik masih kurang, namun mereka memiliki rasa persaudaraan yang erat meskipun berbeda dan juga saling toleransi antar pemeluk agama. Saat ini ketika bangsa kita mengalami kemajuan justru mengalami suatu “kemunduran”, tidak ada lagi rasa persaudaraan yang ada justru persaingan dan saling menghancurkan, bhineka tunggal ika tidak lagi menggema didalam benak bangsa kita dan justru mulai dilupakan. Seperti konflik antar agama yang baru-baru ini terjadi, suatu kelompok agama tertentu melarang umat agama Kristen untuk beribadat dan bahkan merusak tempat peribadatan yang ada. Hal itu menunjukkan bahwa saat ini tidak ada lagi rasa kesatuan dalam berbangsa dan bernegara, yang dijunjung hanyalah kepentingan dirinya sendiri dan tidak mempedulikan kepentingan umum. Sehingga saat ini meskipun bangsa Indonesia sudah lepas dari penjajahan bangsa asing, tapi justru seakan-akan dijajah oleh bangsa sendiri. Hal ini yang dapat mengakibatkan pecahnya suatu bangsa dan menginginkan untuk merdeka sendiri. Lalu dimana pemerintah bangsa kita yang harusnya dapat mengusahakan persatuan diantara kita? Yang mereka pikirkan hanya persaingan untuk memperoleh kedudukan dan gaji yang lebih tinggi. Hal ini dapat kita lihat dalam berita-berita, banyak wakil rakyat yang menggunakan barang-barang mewah dan memperjuangkan rupiah tapi lupa memperjuangkan rakyat. Jika seperti ini mana mungkin bangsa Indonesia dapat mengalami kemajuan dan memiliki kesadaran kembali akan Bhineka tunggal ika? Semua mustahil akan kembali seperti dulu jika kita semua tidak memiliki kesadaran akan persatuan dalam perbedaan.
Lalu faktor yang kedua yang saya soroti adalah perkembangan ekonomi. Perkembangan ekonomi akan sangat mempengaruhi kemajuan suatu bangsa dan negara, karena dengan ekonomi yang baik negara dapat memberikan fasilitas yang baik pula bagi warganya. Namun bagaimana realitas perekonomian bansa kita ini? Dalam Jawa Pos yang terbit pada akhir bulan Desember 2011 yang lalu, pemerintah meramalkan perekonomian Indonesia pada tahun 2012 akan semakin membaik, tapi yang kita lihat saat ini semua masih tetap sama dan justru semakin terpuruk, ditambah lagi banyaknya wakil rakyat yang Korupsi. Banyak demo yang terjadi karena BBM dinaikkan dan justru banyak yang menjadi korban. Dengan sadis aparat meluncurkan tembakan kepada mahasiswa yang terlibat demo. Apakah ini yang disebut dengan membaiknya ekonomi? Tidak sama sekali, bahkan banyak rakyat kecil yang mengeluh karena tidak sanggup memenuhi kebutuhan hidupnya karena bahan pokok untuk kebutuhn sehari-hari harganya semakin tinggi. Dari persoalan ini dapat kita lihat bahwa perkembangan ekonomi di Negara kita ini belum stabil dan belum bisa mensejahterakan rakyatnya. Banyak pengangguran dan gelandangan dimana-mana, hal ini dapat menimbulkan masalah baru yakni kriminalitas.
Dari fakta-fakta yang ada dapat dikatakan bahwa Identitas bangsa Indonesia ini sudah semakin kabur, apalagi dengan Bhineka Tunggal Ika yang semakin dilupakan dan juga lemahnya perkembangan ekonomi. Kedua faktor ini memberikan pengaruh yang besar bagi bangsa Indonesia, maka jika kita ingin Bangsa ini membaik dan semakin maju haruslah kita gali kembali semangat persatuan dan persaudaraan bangsa Indonesia. Agar kehidupan berbangsa dan bernegar  dapat semakin membaik, dan Identitas bangsa Indonesia ini akan tetap abadi dan menjadi faktor utama yang dapat memperkokoh Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar