IDENTITAS
NASIONAL BANGSA INDONESIA
Dalam
tulisan ini saya akan mengulas dan memberikan opini saya mengenai Identitas
Nasional. Secara khusus saya ingin mengulas Identitas Nasional bangsa Idonesia.
Sebelum mengulas lebih dalam mengenai hal ini, apa pengertian Identitas
Nasional itu? Secara etimologis, identitas nasional berasal dari kata
“identitas” dan “nasional”, identitas
berarti ciri-ciri, tanda-tanda atau jati diri yang dimiliki seseorang.
Sedangkan nasional merujuk pada konsep kebangsaan dan menunjuk pada
kelompok-kelompok persekutuan yang lebih besar dari sekedar pengelompokan
berdasarkan ras, agama, budaya, bahasa, dll. Oleh karena itu, identitas bangsa
dalam pemgertian politik. Ada beberapa hal yang menjadi faktor pembentuk
identitas sebuah bangsa seperti; primordial, sakral, tokoh, bhineka tunggal
ika, sejarah, perkembangan ekonomi dan kelembagaan. Demikian pula dengan bangsa
Indonesia, faktor-faktor tersebut juga dimiliki oleh bangsa Indonesia. Dalam
tulisan ini saya akan lebih menyoroti faktor pembentuk identitas bersama secara
khusus pada poin bhineka tunggal ika dan perkembangan ekonomi.
Bhineka tunggal ika pada dasarnya adalah kesediaan warga untuk bersatu
dalam perbedaan. Seperti bangsa Indonesia yang terdiri dari banyak ras, suku,
adat istiadat dan juga agama yang berbeda. Para pendiri bangsa kita dahulu
mengangkat Bhineka tunggal ika ini untuk mempersatukan warga Indonesia yang
berada dari Sabang sampai Merauke, agar memiliki rasa persaudaraan dan
kesatuan. Namun saat ini sangat jauh berbeda dengan masa dulu, Bhineka tunggal
ika sudah mulai luntur dan sudah mulai dilupakan. Dulu masih banyak bangsa
Indonesia belum mengenal akan pendidikan, masih jarang tempat ibadah dan juga
kesadaran politik masih kurang, namun mereka memiliki rasa persaudaraan yang
erat meskipun berbeda dan juga saling toleransi antar pemeluk agama. Saat ini
ketika bangsa kita mengalami kemajuan justru mengalami suatu “kemunduran”,
tidak ada lagi rasa persaudaraan yang ada justru persaingan dan saling
menghancurkan, bhineka tunggal ika tidak lagi menggema didalam benak bangsa
kita dan justru mulai dilupakan. Seperti konflik antar agama yang baru-baru ini
terjadi, suatu kelompok agama tertentu melarang umat agama Kristen untuk
beribadat dan bahkan merusak tempat peribadatan yang ada. Hal itu menunjukkan
bahwa saat ini tidak ada lagi rasa kesatuan dalam berbangsa dan bernegara, yang
dijunjung hanyalah kepentingan dirinya sendiri dan tidak mempedulikan
kepentingan umum. Sehingga saat ini meskipun bangsa Indonesia sudah lepas dari
penjajahan bangsa asing, tapi justru seakan-akan dijajah oleh bangsa sendiri.
Hal ini yang dapat mengakibatkan pecahnya suatu bangsa dan menginginkan untuk
merdeka sendiri. Lalu dimana pemerintah bangsa kita yang harusnya dapat
mengusahakan persatuan diantara kita? Yang mereka pikirkan hanya persaingan
untuk memperoleh kedudukan dan gaji yang lebih tinggi. Hal ini dapat kita lihat
dalam berita-berita, banyak wakil rakyat yang menggunakan barang-barang mewah
dan memperjuangkan rupiah tapi lupa memperjuangkan rakyat. Jika seperti ini
mana mungkin bangsa Indonesia dapat mengalami kemajuan dan memiliki kesadaran
kembali akan Bhineka tunggal ika? Semua mustahil akan kembali seperti dulu jika
kita semua tidak memiliki kesadaran akan persatuan dalam perbedaan.
Lalu faktor yang kedua yang saya soroti adalah perkembangan ekonomi.
Perkembangan ekonomi akan sangat mempengaruhi kemajuan suatu bangsa dan negara,
karena dengan ekonomi yang baik negara dapat memberikan fasilitas yang baik
pula bagi warganya. Namun bagaimana realitas perekonomian bansa kita ini? Dalam
Jawa Pos yang terbit pada akhir bulan Desember 2011 yang lalu, pemerintah
meramalkan perekonomian Indonesia pada tahun 2012 akan semakin membaik, tapi
yang kita lihat saat ini semua masih tetap sama dan justru semakin terpuruk,
ditambah lagi banyaknya wakil rakyat yang Korupsi. Banyak demo yang terjadi
karena BBM dinaikkan dan justru banyak yang menjadi korban. Dengan sadis aparat
meluncurkan tembakan kepada mahasiswa yang terlibat demo. Apakah ini yang
disebut dengan membaiknya ekonomi? Tidak sama sekali, bahkan banyak rakyat
kecil yang mengeluh karena tidak sanggup memenuhi kebutuhan hidupnya karena
bahan pokok untuk kebutuhn sehari-hari harganya semakin tinggi. Dari persoalan
ini dapat kita lihat bahwa perkembangan ekonomi di Negara kita ini belum stabil
dan belum bisa mensejahterakan rakyatnya. Banyak pengangguran dan gelandangan
dimana-mana, hal ini dapat menimbulkan masalah baru yakni kriminalitas.
Dari fakta-fakta yang ada dapat dikatakan bahwa Identitas bangsa Indonesia
ini sudah semakin kabur, apalagi dengan Bhineka Tunggal Ika yang semakin
dilupakan dan juga lemahnya perkembangan ekonomi. Kedua faktor ini memberikan
pengaruh yang besar bagi bangsa Indonesia, maka jika kita ingin Bangsa ini
membaik dan semakin maju haruslah kita gali kembali semangat persatuan dan
persaudaraan bangsa Indonesia. Agar kehidupan berbangsa dan bernegar dapat semakin membaik, dan Identitas bangsa
Indonesia ini akan
tetap abadi dan menjadi faktor utama yang dapat memperkokoh Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar