Asal-usul Negara Indonesia
Natura atau Konvensional?
Terbentuknya suatu negara tentu
mempunyai asal-usul dan alasan yang jelas. Asal-usul negara dapat terbentuk
secara natura ataupun konvensional. Natura adalah sesuatu yang bersifat
alamiah, tanpa dibuat-buat, tetap dan merupakan kodrat. Sebaliknya konvensional
adalah sesuatu yang tidak alami, sengaja dibuat, dan merupakan kesepakatan atau
persetujuan. Sehingga apa yang ada secara konvensional bisa berubah dan tidak
tetap.
Berkaitan dengan hal itu sebagai suatu negara, Indonesia ada atau terbentuk yakni secara natura. Yang menjadi kodrat/natura negara Indonesia adalah kodrat/natura dari manusia Indonesia. Menurut pandangan dari para pendiri bangsa kita, yang menjadi natura manusia Indonesia adalah “gotong-royong”. Gotong-royong merupakan satu usaha bersama untuk saling membantu satu sama lain tanpa melihat golongan atau agama tertentu, dan selalu menjunjung tinggi kebersamaan dalam semangat kekeluargaan. Indonesia adalah negara yang terdiri dari suku, agama, ras, budaya dan adat yang berbeda sehingga gotong-royong menjadi dasar yang kuat agar bangsa Indonesia dapat bersatu dan tetap abadi. Sehingga tidak ada lagi golongan tertentu atau hanya mayoritas yang berkuasa, karena Indonesia milik bersama dan harus dijaga bersama. Namun sekarang kodrat bangsa kita ini sudah mulai luntur. Banyak orang atau golongan tertentu yang ingin berkuasa dan tidak lagi mementingkan kebahagiaan bersama. Banyak para pejabat negara yang korupsi dan menggunakan hak yang hsrusnya menjadi hak masyarakat. Gotong-royong saat ini hanya terlihat dalam sebagian masyarakat pedesaan, mereka masih mau peduli terhadap kondisi sesama untuk saling menolong yang berkesusahan. Selebihnya jarang dijumpai lagi kepedulian terhadap sesama.
Walaupun Indonesia ada pertama-tama secara
natura namun tetap ada aspek konvensional didalamnya. Yakni sebagai negara baru
Indonesia lahir dari perjuangan dan kesepakatan seluruh masyarakat indonesia
lewat para pendiri bangsa kita. Tampak dari beberapa pendiri bangsa kita telah
mencari ciri yang asli dari manusia Indonesia, yang digunakan sebagai dasar dan
alasan yang kuat Indonesia merdeka . Hal
ini terlihat dari pidato Soekarno yang mengatakan bahwa Indonesia didirikan
semua buat semua dan negara yang didirikan haruslah negara gotong royong. Hal
tersebut juga diungkapkan oleh tokoh lain seperti Soepomo, Hatta, dan Yamin.
Dan akhirnya mereka mencapai kesepakatan; bahwa negara Indonesia haruslah
dibangun atas dasar semangat gotong-royong sebagai ciri khas bangsa Indonesia.
Dari penjelasan dan kesepakatan tokoh-tokoh tersebut dapat diketahui bahwa
sebenarnya Indonesia dapat menjadi negara yang kuat apabila semua manusia
Indonesia dapat memaknai gotong royong dan merealisasikannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar