Senin, 02 Desember 2013

Refleksi Katekumenat

PENDAHULUAN
            Dalam mengikuti proses perkuliahan, ada banyak ilmu yang telah saya dapatkan berkaitan dengan Pendidikan Teologi Katekumenat. Katekumenat merupakan ajaran iman yang diberikan kepada katekumen (calon baptis), guna mempersiapkan iman yang akan ia pegang. Ada hal-hal yang mengesan dan bermanfaat bagi saya secara pribadi dalam mengikuti proses perkuliahan ini yang menjadi bekal untuk masa yang akan datang nantinya. Namun saya tidak akan menjelaskan semua dalam makalah ini.
Di dalam makalah ini saya akan menuliskan pokok-pokok bahasan yang berkesan bagi saya, yakni berkaitan dengan Baptisan Menurut Segi Liturgis dan Pastoral. Bertolak dari tema ini, kemudian saya akan merefleksikannya dan mengaitkannya dengan kehidupan seorang Kristiani dan sebagai seorang calon Katekis. Semoga apa yang saya tuliskan ini sungguh dapat berguna bagi saya dan bagi pelayanan saya.
ISI
I.        Pokok-pokok Gagasan Ilmu Pendidikan Teologi Katekumenat
1.      Susunan dan Tahapan Baptisan
GRAVISSIMUM EDUCATIONIS

1. (Hak semua orang atas pendidikan)
Semua orang dari suku, kondisi atau usia manapun juga, berdasarkan martabat mereka selaku pribadi mempunyai hak yang tak dapat diganggu gugat atas pendidikan, yang cocok dengan tujuan maupun sifat-perangai mereka, mengindahkan perbedaan jenis, serasi dengan tradisi-tradisi kebudayaan serta para leluhur, sekaligus juga terbuka bagi persekutuan persaudaraan dengan bangsa-bangsa lain, untuk menumbuhkan kesatuan dan damai yang sejati di dunia. Tujuan pendidikan dalam arti sesungguhnya ialah: mencapai pembinaan pribadi manusia dalam perspektif tujuan terakhirnya demi kesejahteraan kelompok-kelompok masyarakat, mengingat bahwa manusia termasuk anggotanya, dan bila sudah dewasa ikut berperan menunaikan tugas kewajibannya. Maka dengan memanfaatkan kemajuan ilmu-pengetahuan psikologi, pedagogi dan didaktik, perlulah anak-anak dan kaum remaja dibantu untuk menumbuhkan secara laas-serasi bakat pembawaan fisik, moral dan intelektual mereka. Begitu pula Konsili suci menyatakan, bahwa anak-anak dan kaum remaja berhak didukung, untuk belajar menghargai dengan suara hati yang lurus nuilai-nilai moral, serta dengan tulus menghayatinya secara pribadi, pun juga untuk makin sempurna mengenal serta mengasihi Allah. Konsili menganjurkan, supaya putera-puteri Gereja dengan jiwa yang besar menyumbangkan jerih-payah mereka diseluruh bidang pendidikan, terutama dengan maksud, agar buah hasil pendidikan dan pengajaran sebagaimana mestinya selekas mungkin terjangkau oleh siapa pun diseluruh dunia.