PENDAHULUAN
Dalam mengikuti proses perkuliahan,
ada banyak ilmu yang telah saya dapatkan berkaitan dengan Pendidikan Teologi
Katekumenat. Katekumenat merupakan ajaran iman yang diberikan kepada katekumen
(calon baptis), guna mempersiapkan iman yang akan ia pegang. Ada hal-hal yang
mengesan dan bermanfaat bagi saya secara pribadi dalam mengikuti proses
perkuliahan ini yang menjadi bekal untuk masa yang akan datang nantinya. Namun
saya tidak akan menjelaskan semua dalam makalah ini.
Di
dalam makalah ini saya akan menuliskan pokok-pokok bahasan yang berkesan bagi
saya, yakni berkaitan dengan Baptisan Menurut Segi Liturgis dan Pastoral.
Bertolak dari tema ini, kemudian saya akan merefleksikannya dan mengaitkannya
dengan kehidupan seorang Kristiani dan sebagai seorang calon Katekis. Semoga
apa yang saya tuliskan ini sungguh dapat berguna bagi saya dan bagi pelayanan
saya.
ISI
I.
Pokok-pokok
Gagasan Ilmu Pendidikan Teologi Katekumenat
Liturgy
inisiasi meliputi suatu proses perkembangan yang berlangsung cukup lama. Yakni pada umumnya 4 masa dan 3
tahap. Tahap-tahap itu berupa upacara liturgis yang menandai dari satu masa ke
masa berikutnya.
Ø Masa parakatekumenat untuk para simpatisan
Tujuan dari masa ini
adalah menampung, menjernihkan motivasi mereka, dan memperkenalkan Yesus
Kristus kepada para simpatisan. Agar simpatisan merasa mantap mau menjadi
kristiani dan menunjukkannya dalam semangat tobat dan imannya, yang tercermin
dari tingkah laku yang sesuai dengan iman kristiani dan kerajinannya, baik
dalam pelajaran agama maupun keterlibatan dalam kegiatan hidup menggereja. Masa
ini juga memiliki tahap yang memili batasan waktu sesuai dengan perkembangan
simpatisan. Masa ini ditutup dengan upacara liturgy pelantikan katekumen.
Ø Tahap
1, yakni upacara pelantikan menjadi katekumen. Ini terjadi pada awal masa biasa
Minggu I-III. Upacara ini menutup masa prakatekumenat dan membuka masa
katekumenat. Upacara ini bisa dilangsungkan kapan saja misalnya dalam dalam
suati ibadat sabda dilingkungan yang dipimpin oleh Imam atau asisten imam, atau
siapa saja yang ditugaskan oleh pastor paroki. Dilaksanakan dihadapan umat
secara resmi dan sebisa mungkin dihadiri oleh umat beriman. Soal administrasi
harus dicatat dalam suatu buku agar tidak terjadi kekeliruan, karena dapat
merugikan bagi katekumen. Yang perlu dicatat adalah berkaitan soal nama
katekumen, pemimpin, penjamin, dan tanggal pelaksanaannya. Hal ini untuk
menghindari adanya kesalahan data.
Ø Masa
katekumenat untuk para katekumen. Tujuannya aadalah masa pembinaan menyeluruh
bagi katekumen. Dalam masa ini mereka mengikuti pelajaran agama secara
intensif, teratur dan terarah, serta diintegrasikan dengan aneka jemaat dalam
segala bidang. Tujuan akhirnya ialah katekumen benar-benar menampakkan semangat
iman dan tobat secara kristiani dalam hidupnya. Perlu juga disadari pentingnya
dialog yang terus-menerus antara pengalaman pribadinya dengan iman Gereja.
Katekese hendaknya bersumber pada Kitab Suci dan mengembangkan iman pribadi
yang tangguh, dan murni pada diri mereka. Calon juga perlu dibiasakan dengan
ibadat-ibadat gereja dan ibadat sabda serta memahami makna liturgy gereja. Masa
waktu katekumen ini tidak tentu, biasanya berkisar antara satu atau beberapa
tahun tergantung perkembangan dari katekumen sendiri.
Ø Tahap
II, yakni upacara pemilihan sebagai calon Baptis. Ini dilakukan pada Minggu
Prapaskah I. Thap ini menutup katekumenat dan membuka masa persiapan terakhir.
Ø Masa
persiapan akhir untuk para calon Baptis. Tujuannya adalah menjadi masa pembinaan bagi calon baptis secara
intensif, persiapan ini diisi beberapa persiapan khusus. Bidang katekese dengan
memperdalam mekna sakramen-sakramen yang akan diterima dalam konteks tradisi
Kristiani.bidang liturgy diisi upacar penyucian dan penerangan atau yang lebih
sering disebut upacara tobat. Persiapan terakhir sebaiknya juga diisi dengan
rekoleksi atau retret umat yang sejauh mungkin dipimpin oleh pastor paroki
sendiri, yang dilangsungkan dalam masa prapaska.
Ø Tahap
III, yakni perayaan sakramen inisiasi. Peristiwa ini dilaksanakan pada saat
malam paskah. Peristiwa ini adalah peristiwa puncak dari serangkaian masa dan
tahap yang telah dijalani, merupakan puncak seluruh proses inisiasi. Dusahakan
perayaan sakramen-sakramen ini dihadiri oleh umat yang sebanyak mungkin,
sebaiknya dilaksanakan pada malam paska.
Ø Masa
Mistagogi untuk para baptisan baru. Tujuannya adalah memperdalam dan
memantapkan iman baptisan baru bersama seluruh umat beriman. Dengan demikian
para baptisan baru masih mendapat perhatian khusus sehingga mereka sungguh bisa
praktik persekutuan umat setempat.
Pendalaman iman yang
diusahakan dalam masa ini berkisar pada renungan sabda Allah, perayaan
sakramen-sakramen, dan integrasi dengan umat beriman lain. Bila penerimaan
sakramen pada malam paska maka mistagogi dapat dilakukan selama masa paska.
Pada sekitar pentakosta, pada akhir mistagogi dapat diadakan pesta untuk para
baptisan baru bersama para umat beriman.
Setelah
mengetahui tentang susunan dan tahapan baptisan tersebu, saya menjadi tahu
mengapa untuk menjadi katolik itu memerlukan waktu yang sangat lama sekali?
Ternyata jawabannya adalah agar seseorang sungguh-sungguh dipersiapkan dengan
matang dalam perkara imannya agar ketika sudah mengimani dapat menjadi orang
Katolik yang sejati dan setia selalu dalam imannya dalam perkara seperti appun.
II. REFLEKSI DAN RELEVANSI BAGI
SEORANG KRISTIANI DAN CALON KATEKIS
Dari pengajaran
yang telah saya dapatkan selama perkuliahan ini, saya sungguh amat merasakan
manfaatnya. Sebagai seorang Kristiani saya sungguh bangga karena berkaitan soal
iman saya sungguh diperhatikan, dibina, dan diberikan bekal dengan
sungguh-sungguh.banyak orang mengatakan menjadi orang Katolik itu sangat rumit
dan sulit. Memang iya demikian harus mengikuti segala persyaratan dan proses
yang bahkan bisa bertahun-tahun, namun semua ini memiliki tujuan yang jelas.
Yakni agar kita dapat teguh, dan setia dalam menjalani panggilan kita sebagai
orang katolik, dan senantiasa dengan Yesus Kristus. Iman adalah perkara yang
amat sangat penting bukan hanya sekedar mainan, karena iman adalah pegangan
hidup yang menuntun kita kepada keselamatan yang kekal. Maka dari itu tidak
bisa digunakan sembarangan saja. Sebagai seorang Kristiani harus bisa
mengamalkan iman yang telah kita pegang dalam hidup sehari-hari, dalam hidup
dalam masyarakat dan juga terlebih-lebih dengan Gereja. Melalui baptis, manusia
telah diperikan kehidupan yang baru dan berkat baptis pula manusia dipersatukan
dengan Kristus menjadi satu Tubuh. Maka untuk mengamalkan tugas dan perutusan
itu kita harus dengan sungguh-sungguh dan dengan semangat yang luar biasa.
Sebagai seorang Kristiani harus mampu membawa semangat Kristus dalam jiwa kita
melalui nilai-nilai hidup sehari-hari. Sehingga dengan demikian kita bisa
menjadi pengikut Kristus yang setia dan dan mampu mengamalkan ajaran-Nya.
Sebagai seorang
calon katekis saya juga merasakan manfaat yang lura biasa, yakni saya
mendapatkan bekal yang luar biasa penting untuk melayani umat dalam pelayanan
nanti. Sehingga mulai saat ini sudah tau apa saja yang harus saya persiapkan
agar kelak saya dapat menjadi katekis yang mampu menjawabi kebuthan itu. Baptis
adalah hal yang pokok dan utama bagi orang Katolik, ibarat sebuah rumah baptis
adalah pintu masuk satu-satunya untuk dapat mencapai kepenuhan dalam hidup Kristiani.
Maka dari itu sebagai seorang calon katekis harus mengetahui betapa pentingnya
mengetahui ajaran iman dengan baik. Saya juga menyadari sebelum saya membimbing
atau mendampingi orang lain saya harus mengamalkannya terlebih dahulu, sebagai
pertanggungjawaban saya kepada iman saya. Hal ini dapat dilakukan denga
bertekun dalam doa, dan skap hidup.
Baptis telah
mempersatukan saya dengan Kristus, maka saya juga harus ambil bagian dalam
tugas Kristus yakni sebagai Imam, Nabi, dan Raja, melalui tugas dan kekhasan
saya. Ketika sudah mendapatkan ajaran mengenai baptis ini, saya semakin tahu
dan mau berhati-hati dalam menyampaikan ajaran yang akan sampaikan nanti. Saya
juga mengetahui bagaimana sejarah katekumenat maka saya harus turut serta
memperjuangkan agar katekumenat dapat semakin berkembang dalam Gereja, agar
banyak orang yang diselamatkan dalam nama Yesus Kristus, dengan mendapatkan
pengajaran yang baik maka iman mereka semakin dewasa. Dan kelak dapat menjadi
saksi-saksi Kristus di tengah dunia.
PENUTUP
Ada
4 masa dan 3 tahap yang harus di ikuti atau dilewati bagi para calon baptis
(katekumen). Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan iman mereka agar semakin
matang dan benar-benar siap dalam menjalani iman katoliknya, baik dalam hidup
sehari-hari dan terlebih-lebih adalah dalam kehidupan menggereja. Dari ulasan
diatas tentang baptis tadi, gereja mengajarkan agar setia dengan ajaran
Kristus. menjadi orang katolik memang panjang prosesnya namun hal ini demi
terbinanya, kuatnya iman menjadi seorang Kristiani. Semoga apa yang saya
dapatkan ini sunggguh berguna bagi saya, dan memotivasi saya untuk menjadi
seorang katekis yang berkompeten, yang mampu membina umat dengan baik dan
dengan sepenuh hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar