Senin, 02 Desember 2013

Refleksi Katekumenat

PENDAHULUAN
            Dalam mengikuti proses perkuliahan, ada banyak ilmu yang telah saya dapatkan berkaitan dengan Pendidikan Teologi Katekumenat. Katekumenat merupakan ajaran iman yang diberikan kepada katekumen (calon baptis), guna mempersiapkan iman yang akan ia pegang. Ada hal-hal yang mengesan dan bermanfaat bagi saya secara pribadi dalam mengikuti proses perkuliahan ini yang menjadi bekal untuk masa yang akan datang nantinya. Namun saya tidak akan menjelaskan semua dalam makalah ini.
Di dalam makalah ini saya akan menuliskan pokok-pokok bahasan yang berkesan bagi saya, yakni berkaitan dengan Baptisan Menurut Segi Liturgis dan Pastoral. Bertolak dari tema ini, kemudian saya akan merefleksikannya dan mengaitkannya dengan kehidupan seorang Kristiani dan sebagai seorang calon Katekis. Semoga apa yang saya tuliskan ini sungguh dapat berguna bagi saya dan bagi pelayanan saya.
ISI
I.        Pokok-pokok Gagasan Ilmu Pendidikan Teologi Katekumenat
1.      Susunan dan Tahapan Baptisan
Liturgy inisiasi meliputi suatu proses perkembangan yang berlangsung  cukup lama. Yakni pada umumnya 4 masa dan 3 tahap. Tahap-tahap itu berupa upacara liturgis yang menandai dari satu masa ke masa berikutnya.
Ø   Masa parakatekumenat untuk para simpatisan
Tujuan dari masa ini adalah menampung, menjernihkan motivasi mereka, dan memperkenalkan Yesus Kristus kepada para simpatisan. Agar simpatisan merasa mantap mau menjadi kristiani dan menunjukkannya dalam semangat tobat dan imannya, yang tercermin dari tingkah laku yang sesuai dengan iman kristiani dan kerajinannya, baik dalam pelajaran agama maupun keterlibatan dalam kegiatan hidup menggereja. Masa ini juga memiliki tahap yang memili batasan waktu sesuai dengan perkembangan simpatisan. Masa ini ditutup dengan upacara liturgy pelantikan katekumen.
Ø  Tahap 1, yakni upacara pelantikan menjadi katekumen. Ini terjadi pada awal masa biasa Minggu I-III. Upacara ini menutup masa prakatekumenat dan membuka masa katekumenat. Upacara ini bisa dilangsungkan kapan saja misalnya dalam dalam suati ibadat sabda dilingkungan yang dipimpin oleh Imam atau asisten imam, atau siapa saja yang ditugaskan oleh pastor paroki. Dilaksanakan dihadapan umat secara resmi dan sebisa mungkin dihadiri oleh umat beriman. Soal administrasi harus dicatat dalam suatu buku agar tidak terjadi kekeliruan, karena dapat merugikan bagi katekumen. Yang perlu dicatat adalah berkaitan soal nama katekumen, pemimpin, penjamin, dan tanggal pelaksanaannya. Hal ini untuk menghindari adanya kesalahan data.
Ø  Masa katekumenat untuk para katekumen. Tujuannya aadalah masa pembinaan menyeluruh bagi katekumen. Dalam masa ini mereka mengikuti pelajaran agama secara intensif, teratur dan terarah, serta diintegrasikan dengan aneka jemaat dalam segala bidang. Tujuan akhirnya ialah katekumen benar-benar menampakkan semangat iman dan tobat secara kristiani dalam hidupnya. Perlu juga disadari pentingnya dialog yang terus-menerus antara pengalaman pribadinya dengan iman Gereja. Katekese hendaknya bersumber pada Kitab Suci dan mengembangkan iman pribadi yang tangguh, dan murni pada diri mereka. Calon juga perlu dibiasakan dengan ibadat-ibadat gereja dan ibadat sabda serta memahami makna liturgy gereja. Masa waktu katekumen ini tidak tentu, biasanya berkisar antara satu atau beberapa tahun tergantung perkembangan dari katekumen sendiri.
Ø  Tahap II, yakni upacara pemilihan sebagai calon Baptis. Ini dilakukan pada Minggu Prapaskah I. Thap ini menutup katekumenat dan membuka masa persiapan terakhir.

Ø  Masa persiapan akhir untuk para calon Baptis. Tujuannya adalah menjadi  masa pembinaan bagi calon baptis secara intensif, persiapan ini diisi beberapa persiapan khusus. Bidang katekese dengan memperdalam mekna sakramen-sakramen yang akan diterima dalam konteks tradisi Kristiani.bidang liturgy diisi upacar penyucian dan penerangan atau yang lebih sering disebut upacara tobat. Persiapan terakhir sebaiknya juga diisi dengan rekoleksi atau retret umat yang sejauh mungkin dipimpin oleh pastor paroki sendiri, yang dilangsungkan dalam masa prapaska.
Ø  Tahap III, yakni perayaan sakramen inisiasi. Peristiwa ini dilaksanakan pada saat malam paskah. Peristiwa ini adalah peristiwa puncak dari serangkaian masa dan tahap yang telah dijalani, merupakan puncak seluruh proses inisiasi. Dusahakan perayaan sakramen-sakramen ini dihadiri oleh umat yang sebanyak mungkin, sebaiknya dilaksanakan pada malam paska.
Ø  Masa Mistagogi untuk para baptisan baru. Tujuannya adalah memperdalam dan memantapkan iman baptisan baru bersama seluruh umat beriman. Dengan demikian para baptisan baru masih mendapat perhatian khusus sehingga mereka sungguh bisa praktik persekutuan umat setempat.
Pendalaman iman yang diusahakan dalam masa ini berkisar pada renungan sabda Allah, perayaan sakramen-sakramen, dan integrasi dengan umat beriman lain. Bila penerimaan sakramen pada malam paska maka mistagogi dapat dilakukan selama masa paska. Pada sekitar pentakosta, pada akhir mistagogi dapat diadakan pesta untuk para baptisan baru bersama para umat beriman.
Setelah mengetahui tentang susunan dan tahapan baptisan tersebu, saya menjadi tahu mengapa untuk menjadi katolik itu memerlukan waktu yang sangat lama sekali? Ternyata jawabannya adalah agar seseorang sungguh-sungguh dipersiapkan dengan matang dalam perkara imannya agar ketika sudah mengimani dapat menjadi orang Katolik yang sejati dan setia selalu dalam imannya dalam perkara seperti appun.
II. REFLEKSI DAN RELEVANSI BAGI SEORANG KRISTIANI DAN CALON KATEKIS
Dari pengajaran yang telah saya dapatkan selama perkuliahan ini, saya sungguh amat merasakan manfaatnya. Sebagai seorang Kristiani saya sungguh bangga karena berkaitan soal iman saya sungguh diperhatikan, dibina, dan diberikan bekal dengan sungguh-sungguh.banyak orang mengatakan menjadi orang Katolik itu sangat rumit dan sulit. Memang iya demikian harus mengikuti segala persyaratan dan proses yang bahkan bisa bertahun-tahun, namun semua ini memiliki tujuan yang jelas. Yakni agar kita dapat teguh, dan setia dalam menjalani panggilan kita sebagai orang katolik, dan senantiasa dengan Yesus Kristus. Iman adalah perkara yang amat sangat penting bukan hanya sekedar mainan, karena iman adalah pegangan hidup yang menuntun kita kepada keselamatan yang kekal. Maka dari itu tidak bisa digunakan sembarangan saja. Sebagai seorang Kristiani harus bisa mengamalkan iman yang telah kita pegang dalam hidup sehari-hari, dalam hidup dalam masyarakat dan juga terlebih-lebih dengan Gereja. Melalui baptis, manusia telah diperikan kehidupan yang baru dan berkat baptis pula manusia dipersatukan dengan Kristus menjadi satu Tubuh. Maka untuk mengamalkan tugas dan perutusan itu kita harus dengan sungguh-sungguh dan dengan semangat yang luar biasa. Sebagai seorang Kristiani harus mampu membawa semangat Kristus dalam jiwa kita melalui nilai-nilai hidup sehari-hari. Sehingga dengan demikian kita bisa menjadi pengikut Kristus yang setia dan dan mampu mengamalkan ajaran-Nya.
Sebagai seorang calon katekis saya juga merasakan manfaat yang lura biasa, yakni saya mendapatkan bekal yang luar biasa penting untuk melayani umat dalam pelayanan nanti. Sehingga mulai saat ini sudah tau apa saja yang harus saya persiapkan agar kelak saya dapat menjadi katekis yang mampu menjawabi kebuthan itu. Baptis adalah hal yang pokok dan utama bagi orang Katolik, ibarat sebuah rumah baptis adalah pintu masuk satu-satunya untuk dapat mencapai kepenuhan dalam hidup Kristiani. Maka dari itu sebagai seorang calon katekis harus mengetahui betapa pentingnya mengetahui ajaran iman dengan baik. Saya juga menyadari sebelum saya membimbing atau mendampingi orang lain saya harus mengamalkannya terlebih dahulu, sebagai pertanggungjawaban saya kepada iman saya. Hal ini dapat dilakukan denga bertekun dalam doa, dan skap hidup.
Baptis telah mempersatukan saya dengan Kristus, maka saya juga harus ambil bagian dalam tugas Kristus yakni sebagai Imam, Nabi, dan Raja, melalui tugas dan kekhasan saya. Ketika sudah mendapatkan ajaran mengenai baptis ini, saya semakin tahu dan mau berhati-hati dalam menyampaikan ajaran yang akan sampaikan nanti. Saya juga mengetahui bagaimana sejarah katekumenat maka saya harus turut serta memperjuangkan agar katekumenat dapat semakin berkembang dalam Gereja, agar banyak orang yang diselamatkan dalam nama Yesus Kristus, dengan mendapatkan pengajaran yang baik maka iman mereka semakin dewasa. Dan kelak dapat menjadi saksi-saksi Kristus di tengah dunia.
                                                                                   


PENUTUP


Ada 4 masa dan 3 tahap yang harus di ikuti atau dilewati bagi para calon baptis (katekumen). Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan iman mereka agar semakin matang dan benar-benar siap dalam menjalani iman katoliknya, baik dalam hidup sehari-hari dan terlebih-lebih adalah dalam kehidupan menggereja. Dari ulasan diatas tentang baptis tadi, gereja mengajarkan agar setia dengan ajaran Kristus. menjadi orang katolik memang panjang prosesnya namun hal ini demi terbinanya, kuatnya iman menjadi seorang Kristiani. Semoga apa yang saya dapatkan ini sunggguh berguna bagi saya, dan memotivasi saya untuk menjadi seorang katekis yang berkompeten, yang mampu membina umat dengan baik dan dengan sepenuh hati. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar